Pengertian Teknik Sipil

Sebelum berbicara terlalu jauh tentang teknik sipil, mungkin saya mau cerita dulu tentang apa sih ilmu teknik sipil dan apa saja yang dipelajari dalam bidang ilmu teknik sipil.

Ini sangat berguna buat kalian mungkin yang lagi cari tahu tentang bidang ilmu ini, mungkin saja kalian sedang mau kuliah tapi bingung mau pilih jurusan apa !! jadi apa itu teknik sipil ?

Baca Juga : Jenis-Jenis Beton dalam Konstruksi

Teknik Sipil adalah suatu cabang ilmu teknik yang mempelajari bagaimana merancang, membangun dan memelihara  tidak hanya gedung dan infrastruktur,

tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. Teknik sipil Merupakan cabang ilmu teknik tertua setelah Teknik Militer (military engineering).

Apakah teknik sipil itu sama dengan arsitek ? beda bos !! kalau di teknik sipil itu kalian akan lebih difokuskan untuk belajar bagaimana  merancang, membangun dan memelihara, dan terutama kalian harus suka dengan pelajaran eksak,

yang banyak angka – angkanya sedangkan kalau arsitek kalian akan lebih di fokuskan untuk belajar mendesain, menggambar struktur.

Jadi kalau singkatnya, Teknik Sipil =  Eksak (Hitungan), Arsitek = seni (Art)

Sejarah Bangunan dan Ilmu Teknik Sipil

Sejak 4000 – 2000 SM : manusia mulai menetap disuatu tempat, rumah (Mesir dan Mesopotamia) kemudian pada tahun 2700 – 2500 SM pembangunan pyramid (Mesir) mulai dibangun.

Baca Juga : Tabel Mutu Beton SNI

Setelah bangsa mesir kemudian berlanjut ke salah satu bangsa besar yang terkenal dengan bangunan – bangunan sipilnya masih ada sampai saat ini yaitu bangsa Romawi, pada tahun 312 SM , bangsa roma membuat jalan appian, juga talang air, pelabuhan, jembatan, dan masih banyak lagi, silahkan searching saja digoogle, banyak banget, hehehe……….

Kemudian berlanjut ke negara di Asia yaitu Cina, pada tahun 220 SM tembok Cina dibuat dan sampai sekarangpun kita masih bisa menikmati keindahan serta kehebatan konstruksi dari salah satu keajaiban dunia ini.

Setelah itu, bangunan – bangunan sipil lainnya yang mulai ada dan berkembang setelah tahun masehi adalah :

  • pada abad 15 : supply air (Bavaria)
  • 1756 : Eddystone Lighthouse (Inggris)

Kapan mulai terbentuknya profesi teknik sipil ? Pada tahun 1771 dibentuklah Smeatonian Society of Civil Engineers kemudian pada tahun 1818 : dibentuk Institution of Civil Engineer di London, tahun 1828 : teknik sipil menjadi sebuah profesi.

Jadi ilmu teknik sipil itu sudah dimulai sejak tahun SM namun baru menjadi sebuah profesi yaitu setelah tahun Masehi, lama banget ya ?? makanya bisa disebut sebagai Civil Engineering is father of all other Engineering.

Cabang-cabang ilmu teknik sipil

  • Struktural

Cabang yang mempelajari masalah struktural dari materi yang digunakan untuk pembangunan. Sebuah bentuk bangunan mungkin dibuat dari beberapa pilihan jenis material seperti baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya.

Setiap bahan tersebut mempunyai karakteristik masing-masing. Ilmu bidang struktural mempelajari sifat-sifat material itu sehingga pada akhirnya dapat dipilih material mana yang cocok untuk jenis bangunan tersebut.

Baca Juga ; Analisa Beton K 450

Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam hal yang berkaitan dengan perencanaan struktur bangunan, jalan, jembatan, terowongan dari pembangunan pondasi hingga bangunan siap digunakan.

  • Geoteknik

Cabang yang mempelajari struktur dan sifat berbagai macam tanah dan batuan dalam menopang suatu bangunan yang akan berdiri di atasnya.

Cakupannya dapat berupa investigasi lapangan yang merupakan penyelidikan keadaan-keadaan tanah suatu daerah, penyelidikan laboratorium serta perencanaan konstruksi tanah dan batuan,

seperti: timbunan (embankment), galian (excavation), terowongan tanah lunak (soft soil tunnel), terowongan batuan (rock/mountain tunnel), bendungan tanah/batuan (earth dam, rock fill dam), dan lain-lain.

  • Manajemen Konstruksi

Cabang yang mempelajari masalah dalam proyek konstruksi yang berkaitan dengan ekonomi, penjadwalan pekerjaan, pengembalian modal, biaya proyek, semua hal yang berkaitan dengan hukum dan perizinan bangunan hingga pengorganisasian pekerjaan di lapangan sehingga diharapkan bangunan tersebut selesai tepat waktu.

  • Hidrologi

Cabang yang mempelajari air, distribusi, pengendalian dan permasalahannya. Mencakup bidang ini antara lain cabang ilmu hidrologi air (berkenaan dengan cuaca,

curah hujan, debit air sebuah sungai, debit banjir, dsb), hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya dorong air dsb) dan bangunan air seperti pelabuhan, irigasi, waduk/bendungan(dam), kanal.

  • Teknik Lingkungan

Cabang yang mempelajari permasalahan-permasalahan dan isu lingkungan. Mencakup bidang ini antara lain penyediaan sarana dan prasarana air besih, pengelolaan limbah dan air kotor, pencemaran sungai, polusi suara dan udara hingga teknik penyehatan.

  • Transportasi

Cabang yang mempelajari mengenai sistem transportasi dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Mencakup bidang ini antara lain konstruksi dan pengaturan jalan raya, konstruksi bandar udara, terminal, stasiun dan manajemennya.

Baca Juga ; Analisa Beton K 400

  • Informatika Teknik Sipil

Cabang baru yang mempelajari penerapan Komputer untuk perhitungan/pemodelan sebuah sistem dalam proyek Pembangunan atau Penelitian.

Mencakup bidang ini antara lain dicontohkan berupa pemodelan Struktur Bangunan (Struktural dari Materi atau CAD), pemodelan pergerakan air tanah atau limbah, pemodelan lingkungan dengan Teknologi GIS (Geographic information system).

Keluasan cabang dari teknik sipil ini membuatnya sangat fleksibel di dalam dunia kerja.

Profesi yang didapat dari seorang ahli bidang ini antara lain: perancangan/pelaksana pembangunan/pemeliharaan prasarana jalan, jembatan, terowongan, gedung, bandar udara,

lalu lintas (darat, laut, udara), sistem jaringan kanal, drainase, irigasi, perumahan, gedung, minimalisasi kerugian gempa, perlindungan lingkungan, penyediaan air bersih, survey lahan, konsep finansial dari proyek,

manajemen projek dsb. Semua aspek kehidupan tercangkup dalam muatan ilmu teknik sipil.

Perbedaan dari arsitek, terletak pada posisi ahli teknik sipil dalam sebuah proyek. Arsitek menyumbangkan rancangan, ide, kemungkinan pelaksanaan pembangunan di atas kertas.

Hasil rancangan tersebut diserahkan selanjutnya kepada staf ahli bidang teknik sipil untuk pelaksanaan pembangunan.

Pada tahapan ini, ahli teknik sipil melakukan perbaikan/saran dari pelaksanaan perencanaan, koordinasi dalam proyek, mengamati jalannya proyek agar sesuai dengan perencanaan.

Selain itu, ahli teknik sipil juga membangun konsep finansial dan manajemen proyek atas hal-hal yang memengaruhi jalannya proyek.

Ahli teknik sipil tidak hanya berurusan dengan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi di bidang lain seperti yang berkaitan dengan informatika, memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan program CAD (aplikasi Autocad), pemodelan kerusakan akibat gempa, banjir.

Baca Juga : Analisa Beton K 300

Hal ini sangat penting di negara maju sebagai tolok ukur kelayakan pembangunan sebuah bangunan vital yang mempunyai risiko dapat menelan korban banyak manusia seperti reaktor nuklir atau bendungan, jika terjadi kegagalan perencanaan teknis.

Rancangan bangunan tersebut biasanya dimodelkan dalam komputer dengan diberikan faktor-faktor ancaman bangunan tersebut seperti gempa dan keruntuhan struktur material.

Peran ahli teknik sipil juga masih berlaku walaupun fase pembangunan sebuah gedung telah selesai, seperti terletak pada pemeliharaan fasilitas gedung tersebut.

Lihat Juga : Harga Ready Mix