Definisi Beton

Secara umum perkembangan teknologi semakin maju disegala bidang, termasuk dibidang kontruksi. Dalam bidang kontruksi, material kontruksi yang paling disukai dan paling sering dipakai adalah beton.

Penggunaan beton merupakan pilihan utama karena beton merupakan bahan dasar yang mudah dibentuk dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan kontruksi lainnya.

Beton merupakan bahan campuran antara semen Portland, agregat kasar, agregat halus dan air dan dengan tanpa bahan tambahan (admixture) dengan perbandingan tertentu yang akan membentuk beton segar, pada (SNI 03-2847-2002).

Pengerasan beton akan segera terjadi karena adanya peristiwa ikatan antara air dengan semen, dimana massa beton akan bertambah kuat seiring dengan bertambahnya umur beton.

Pengujian Kuat Tekan Beton

Pengujian kuat tekan silinder beton dilakukan dengan menggunakan mesin tekan Compression Testing Machine Merk Control dengan kapasitas 120.000 kg. Langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut:

  1. Benda uji setelah dibersihkan dari kotoran yang menempel, kemudian ditimbang
  2. Letakkan benda uji pada mesin tekan secara
  3. Jalankan mesin tekan dengan penambahan beban yang konstan, terlihat jarum penunjuk pada manometer mesin tekan bergerak sesuai dengan besarnya
  4. Pada beban maksimum yang mampu ditahan oleh kubus sudah terlampaui maka salah satu dari ujung petunjuk bergerak turun. Sedangkan jarum petunjuk yang lain menunjukan angka penekanan maksimum yaitu besarnya tegangan hancur dari benda uji

3.HASIL DAN PEMBAHASAN

Kuat tekan karakteristik yaitu kuat tekan yang diisyaratkan, kuat tekan beton karakteristik umur 28 hari yang jumlah cacat tidak lebih dari 5% artinya kekuatan yang ada hanya 5% yang diperbolehkan dari jumlah yang dites.

Nilai fc’ = 0,1 x σbk

= 0,1 x 400 MPa

= 40 MPa

Perbandingan berat (SSD) bahan dari pengecoran.

  1. Semen = 574,55 kg/m3
  2. Air = 218,33 liter
  3. Agregat halus = 767,52 kg/m3
  4. Agregat kasar = 1.252,26 kg/m3

Dalam penelitian ini menggunakan cetakan silinder dengan dimensi tinggi 30 cm dan diameter 15 cm. Untuk menghitung volume cetakan tersebut menggunakan persamaan Rumus sebagai berikut.

Volume silinder = 𝜋× r2×t

= 3,14 × 0,0752 × 0,3

= 0,0053 m3

Kebutuhan untuk satu sampel benda uji adalah sebagai berikut. 1. Semen = 574,55 kg x 0,0053                            = 3,045 kg

  1. Pasir = 767,52 kg x 0,0053 = 4,068 kg
  2. Kerikil = 1.252,26 kg x 0,0053 = 6,64 kg

4. Air  = 218,33 liter x 0,0053 = 1,158 liter

Categories: Post Artikel

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *