Pengertian Beton

Beton merupakan suatu bahan komposit (campuran) dari beberapa material. Yang bahan utamanya terdiri dari Semen, Agregat kasar, Agregat halus, Air serta bahan tambah lainnya dengan perbandingan tertentu.

Campuran bahan – bahan pembentuk beton ditetapkan sedemikian rupa, Sehingga menghasilkan beton segar yang mudah dikerjakan dan memenuhi kuat tekan yang direncanakan setelah mengeras.

Perkembangan teknologi beton yang meningkat dari waktu ke waktu dan banyaknya pengguna beton dalam bidang konstruksi membuat upaya untuk menciptakan mutu beton yang baik dan ekonomis.

Upaya tersebut tentu tidak lepas dari adanya inovasi-inovasi yang ingin menciptakan beton baru baik dilingkungan kering maupun lingkungan yang langsung berhubungan dengan air laut maupun lingkungan yang berhubungan langsung dengan zat – zat kumia.

Meskipun mempunyai keunggulan pada kuat tekan yang sangat baik, akan tetapi sangat lemah pada kuat tariknya.

Baca Juga : Analisa Beton K 300

Selain itu terdapat kelemahan lain yang perlu diperhatikan. Salah satu nya beton sulit untuk dapat kedap terhadap air secara sempurna, sehingga selalu dapat diresapi oleh air.

Masuknya air pada konstruksi beton terjadi karena air melewati pori- pori, terlebih lagi pada bagian – bagian struktur bangunan yang langsung berhubungan dengan air, dinding basement dan bisa juga diakibatkan oleh perbedaan kelembaban kedua belah sisi beton.

Jika air mencapai tulangan terlebih lagi mengandung zat – zat kimia maka akan menyebabkan korosi, sehingga volume baja tulangan pada konstruksi tersebut meningkat dan bisa menyebabkan pecahnya kulit beton.

Dalam pengerjaan konstruksi beton sebenarnya telah banyak cara yang dilakukan agar beton dapat kedap air, salah satunya adalah menggunakan lembaran kedap air (waterproofing membrane)

merupakan lembaran kedap air yang terbuat dari bitumen dengan cara dipanaskan atau dibakar pada satu sisi permukaan lembaran hingga meleleh dan ditempel pada permukaan beton yang bertujuan agar permukaan beton dan strukturnya tidak dapat ditembus air.

Selain itu juga terdapat bahan kedap air berbahan dasar semen fleksibel yaitu bahan

waterproofing berbahan dasar utama semen dan acrylic. Terdiri  dari  2  komponen yaitu bubuk dan cair.

Berdasarkan promosi pada website  additon. Co.id dikemukakan bahwa additon h.e adalah bahan campuran atau cairan untuk beton atau semen yang apabila dicampurkan dengan dosis tertentu, dsapat mempunyai banyak kelebihan multifungsi antara lain :

Baca Juga : Analisa Beton K 350

  1. Additon H.e mampu lebih cepet
  2. Membuat beton bermutu
  3. Dapat mempercepat waktu pengerasan
  4. Dan membuat beton kedap air secara

    Dengan banyaknya kelebihan yang dimiliki addition H.e serta mengacu pada penelitian – penelitian sebelumnya oleh Agung Satria Putra (112012083), menggunakan bahan tambah Damdex. Penulis ingin melakukan serta meneruskan penelitian sebelumnya yaitu mengenai “ ANALISA PERENCANAAN BETON K-400 KEDAP AIR DAN UJI KUAT TEKAN DENGAN BAHAN TAMBAH

    ZAT ADDITIVE ADDITON H.E” yang bertujuan untuk membuat beton kedap air dengan kuat tekan yang di inginkan tanpa mengurangi nilai ekonomis dalam pembuatan beton.

    Adapun masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah. Untuk mengarahkan dan mendapatkan hasil- hasil yang diharapkan maka dilakukan pengujian 2 variable yaitu beton normal dan beton yang ditambah zat additive addition h.e pada umur 3, 7, dan 28 hari.

    Terhadap mutu beton yang direncanakan K-400. Benda uji yang dibuat berbentuk kubus dengan ukuran (15x15x15) cm. Dan nantinya benda uji akan diuji seberapa banyak air yang diserap oleh masing- masing benda uji.

    Agregat kasar (split) yang digunakan berasal dari split Lahat, Agregat halus (pasir) yang digunakan berasal dari Tanjung Raja, Sedangkan untuk semennya menggunakan semen Baturaja, serta penggunaan bahan zat additive Addition H.e, penelitian dilakukan di Laboraturium PT. Perkasa Adiguna Sembada.

    Peneliti akan menggunakan sampel sebagai benda uji dengan 4 variasi campuran yaitu:

    1. Beton normal sebanyak 3 benda uji
    2. Beton normal + Additon H.e, 2% sebanyak 3 benda uji
    3. Beton normal + Additon H.e 1% sebanyak 3 benda uji
    4. Beton normal + Additon H.e, 3% sebanyak 3 benda

    Baca Juga : Analisa Beton K 125

        Beton merupakan hal yang paling utama dalam suatu konstruksi. Hampir pada setiap aspek pembangunan tidak dapat terlepas dari pada suatu beton. Sebagai contoh pada suatu pekerjaan pembangunan jalan, gedung, jembatan serta pekerjaan pembangunan yang lain,

        hampir dari semua pekerjaan tersebut pekerjaan struktur ataupun yang lain tentunya terbuat dari beton, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua pekerjaan struktur atau pekerjaan pembangunan lainnya tak lepas dari adanya suatu beton,

        beton merupakan bahan gabungan yang terdiri dari agregat kasar dan halus yang dicampur dengan air dan semen sebagai pengikat dan pengisi antara agregat kasar dan halus, kadang – kadang  ditambahkan additive atau admixture bila diperlukan (Subakti,1995).

        Baca Juga : Analisa Beton K 175

        Categories: Post Artikel

        0 Comments

        Leave a Reply

        Your email address will not be published. Required fields are marked *