Analisa Harga Satuan Pekerjaan Beton K 175 / m3 

Material
Semen 6,520 sak @ 65.000 = 423.800
Pasir Beton 0,543 m3 @ 210.000 = 114.030
Kerikil 0,762 m3 @ 205.000 = 156.210
Air 215,000 liter @ 5 = 1.075
Subtotal = 695.115
Upah
Pekerja 1,650 OH @ 70.000 = 115.500
Tukang Batu 0,275 OH @ 100.000 = 27.500
Kepala Tukang 0,028 OH @ 120.000 = 3.360
Mandor 0,083 OH @ 150.000 = 12.450
 Subtotal = 158.810
 Total = 853.925
Dibulatkan = 853.900

Arti BETON MUTU K 175

Arti dari beton mutu K 175 yaitu menjunjukan karakteristik beton, pengecekan beban tersebut dapat diketahui dengan menggunakan alat pengecekan khusus beton. Beton mutu K 175 termasuk dalam kelas D atau untuk konstruksi bangunan proyek ringan yaitu konstruksi non struktural.

Beton 175 sangat umum di gunakan dalam spek pekerjaan bangunan dalam lingkup kecil. misalnya perumahan, rumah tinggal, gudang dan pekerjaan pagar beton. Dilapangan banyak para tukang yang familiar dengan beton 1;2;3

Begitu melakukan pengecoran, tukang biasanya akan langsung membuat beton dengan adukan 1;2;3 untuk struktur bangunan yang menurut logika sederhana harus kokoh. dan membuat Adukan 1;3;5 untuk bagian bangunan yang tidak menerima beban yang banyak, lantai misalnya.

Lalu bagaimana sih Beton K-175 itu dan apa hubungannya dengan beton 1:2;3 maupun beton 1:3:5 ?
Untuk yang ingin lebih Tau apa Itu mutu K-, Bisa dilihat disini >>>MUTU BETON K (kg/cm²) DAN MUTU BETON f’c (Mpa).

Standar Mutu di Indonesia

Terdapat dua istilah mutu beton yang berlaku di Indonesia, yaitu mutu beton K (karakteristik) dan Fc. Standar mutu beton K dengan satuan kg/cm2 mengacu kepada Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 N.1.-2.

Standar ini mengacu kepada standar Uni Eropa dan lebih umum dikenal oleh para kontraktor. Pada sisi lain, mutu beton Fc dengan satuan Mpa mengacu pada peraturan baru SNI 03-2847-2002.

Standar ini digunakan dalam proyek yang terkait dengan Pemerintah Republik Indonesia. Jika terdapat hal yang belum terkait dengan SNI terkait beton, maka merujuk kepada Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI).

Benda uji yang digunakan pada mutu beton K berbentuk kubus ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm. Perhitungan kuat tekan beton menggunakan perhitungan (kg/m2).

Mutu yang biasa di pakai adalah K100 (B0), K125, K175, K200, K250, K300 sampai K500. Benda uji yang digunakan pada mutu beton Fc berbentuk silinder dengan ukuran 15 cm x 30 cm.

Perhitungan kuat tekan beton menggunakan satuan Mpa (Megapascal). Mutu yang biasa di pakai adalah > fc 10 mpa, fc 13 mpa, fc 20 mpa, fc 30 mpa sampai fc 60 mpa.

Benda uji silinder dengan ukuran diameter 10 cm x tinggi 20 cm boleh digunakan dengan memakai faktor koreksi benda uji.

Pada pengujian mutu beton K menggunakan kubus 15x15x15 yang memiliki perbandingan 1:0,83. Cara menghitung konversi dari beton mutu K ke mutu Fc adalah: 1 MPa = 1 N/mm2 = 10 kg/cm2.

Contoh pada perhitungan mutu beton K-100 mendapatkan perhitungan (100/10 x 0,83) = 10 x 0,083 = 8,3 mpa; sehingga mutu beton K-100 jika dikonversikan ke Fc adalah 8,3 Mpa.

Categories: Post Artikel

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *